Gambar 1.1 Kasus Kanker Payudara di indonesia (2018) by databoks
Seperti yang bisa dilihat pada grafik di atas, kasus kanker terbesar di Indonesia adalah kanker payudara. Biasanya wanita yang terkena kanker payudara baru menemui dokter pada stadium III & IV. Hal ini dapat mengindikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini pada kanker masih sangat rendah di Indonesia. Perlu diingat bahwa kanker pada stadium awal adalah kanker yang dapat diobati atau diminimalisasi keganasannya.

1.Apa Itu Kanker Payudara

Kanker payudara terbentuk saat sel-sel di dalam payudara tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Sel tersebut umumnya membentuk tumor yang terasa seperti benjolan. Meski biasanya terjadi pada wanita, kanker payudara juga bisa menyerang pria.

Kanker payudara adalah kondisi ketika sel kanker terbentuk di jaringan payudara. Kanker bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus), atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara.


2. Mengapa Wanita Memiliki Resiko Kanker Payudara Yang lebih Tinggi?

Menjadi wanita adalah faktor utama terkena resiko kanker payudara. Meskipun payudara wanit memiliki sel yang lebih banyak dari laki-laki, alasan utama mereka dapat tumbuh kanker payudara adalah karena sel-sel payudara terus menerus secara konstan terpapar pada efek hormone pemacu pertumbuhan hormone estrogen dan progestron. Pertumbuhan sel tersebut ada yang bisa terkontrol ada pula yang tidak atau abnormal.
Tubuh kita memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali.

Laki-laki juga memiliki resiko terkena kanker payudara. Namun penyakit ini 100 kali lebih umum diantara wanita.


3. Kesadaran Resiko Kanker Payudara

Banyak wanita yang terkena kanker payudara tidak memiliki faktor resiko yang jelas (selain yang adalah wanita dan usia semakin tua). Bahkan ketika seorang wanita dengan faktor resiko kanker yang berkembang, sulit untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor ini berkontribusi terhadap kankernya.

Apa sajakah faktor penyebab kanker payudara?


4. Faktor Umum Resiko Kanker Payudara

Faktor yang diduga berisiko menyebabkan mutasi genetik pada sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya antara lain:

1.Memiliki riwayat penyakit kanker

2. Usia. Risiko kanker payudara akan meningkat seiring usia bertambah.

3. Jenis kelamin. Wanita lebih rentan terserang kanker payudara dibanding pria.

4. Merokok

5. Terpapar radiasi, zat kimia (misalnya asbes atau benzene), atau sinar matahari

6. Terinfeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV

7. Terpapar hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang

8. Mengalami obesitas

9. Kurang banyak bergerak dan tidak rutin berolahraga

10. Menderita penyakit yang menyebabkan inflamasi kronis (peradangan jangka panjang), misalnya kolitis ulseratif

11. Belum pernah hamil. Wanita yang pernah hamil dan menyusui memiliki risiko kanker payudara lebih kecil dibanding wanita yang belum pernah hamil dan menyusui.

12. Melahirkan pada usia tua (di atas usia 30 tahun)

13. Konsumsi alkohol. Studi terbaru menunjukkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit tetap meningkatkan risiko kanker payudara.

14. Terapi pengganti hormon. Setelah menopause, wanita yang mendapat terapi pengganti hormon dengan estrogen dan progesterone lebih berisiko terkena kanker payudara.

15. Mulai menstruasi terlalu muda di bawah usia 12 tahun

16. Telat menopause dan menstruasi pada usia tua

17. Riwayat kanker payudara pada keluarga. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 juga bisa membuat kanker payudara diturunkan dari orang tua ke anaknya. Selain itu, seseorang yang memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker payudara, juga lebih berisiko .


5. Gejala Kanker Payudara

Gejala kanker payudara yang harus Anda perhatikan, meliputi:

1.Adanya benjolan pada payudara yang bisa terasa sakit atau tidak

2. Kulit di sekitar payudara berubah menjadi keras, menebal, memerah, dan kasar seperti kulit jeruk

3. Bentuk puting berubah diikuti rasa nyeri dan keluarnya cairan abnormal

4. Munculnya benjolan di ketiak

5. Selain itu kanker bermetastasis ke jaringan sehat lainnya, seperti otak, hati, tulang dan paru-paru. Ini biasanya menyebabkan penglihatan kabur, mual, sulit bernapas, nyeri dada, kulit gatal, dan warna mata serta kulit jadi menguning.

6. Keluar cairan dari puting


Pengobatan Kanker Payudara ada berbagai cara beserta pencegahannya. Untuk lebih detailnya akan kami bahas di artikel selanjutnya.

Apabila membutuhkan konsultasi profesional mengenai kanker payudara atau penyakit lainnya, silahkan menghubungi kami pada kontak yang tertera di atas berikut.



Referensi :

Health Talk Cancer Mitos atau Fakta by Dr. Hafizah Zaharah Ahmad, Indonesia Cancer Care Community (ICCC), Depkes.co.id,
Alodokter, hellosehat, helodoc, wikipedia