source : Dr Aqilah Othman, Consultant Clinical Oncologist

Insiden kanker kolorektal pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun terus meningkat tanpa penjelasan yang jelas. Hanya sebagian kecil yang dapat dikaitkan dengan kondisi genetik yang diwariskan seperti contohnya Lynch Syndrome. Tidak seperti rekan-rekan mereka yang lebih tua, tidak banyak yang memiliki faktor risiko gaya hidup khas seperti obesitas, asupan alkohol yang tinggi, daging merah, dan makanan olahan. Sampai saat ini, tidak ada perbedaan biologis atau ilmu molekuler yang teridentifikasi pada pasien muda ini untuk menjelaskan tren yang mengkhawatirkan ini.

Orang dewasa muda lebih mungkin didiagnosis pada tahap akhir. Kalangan ini ini biasanya tidak diskrining dan mengalami keterlambatan dalam diagnosis. Tanda-tanda berbahaya dari kebiasaan buang air besar yang berubah seperti diare atau sembelit yang tidak normal, perut kembung, kram atau nyeri, nafsu makan yang buruk atau penurunan berat badan yang tidak disengaja kemungkinan besar disebabkan oleh penyakit yang tidak berbahaya.

Individu muda dan sehat dapat dengan mudah salah didiagnosis mengalami sindrom iritasi usus besar dengan gejala yang disebutkankan di atas. Ataupun ketegangan otot jika mereka datang dengan keluhan nyeri punggung atau ketidaknyamanan di tubuh mereka karena ini adalah penjelasan yang paling mungkin untuk sebagian besar populasi. Wasir anus juga bisa menjadi pengalihan jika terjadi pendarahan rektal dan ketidaknyamanan. Namun bila gejala ini bertahan selama lebih dari 4 minggu maka itu adalah tanda untuk menggali lebih dalam penyebab potensial karena ini mungkin merupakan tanda-tanda kanker yang memanifestasikan dirinya.

Diagnosis kanker itu sendiri memiliki implikasi psikososial dengan kaum muda yang biasanya lebih terancam dengan masalah kesuburan, seksual dan citra tubuh. Bergantung pada situs, luas dan faktor risiko yang mendasarinya, beberapa mungkin memerlukan pembedahan yang menghasilkan stoma (lubang) permanen, lubang di perut untuk memungkinkan limbah (urin atau feses) dialihkan keluar dari tubuh.

Pada kanker rektum, penggabungan neo-adjuvan atau kemo-radioterapi pra-operasi dapat mengurangi risiko kekambuhan lokal dan memungkinkan tumor untuk dikurangi stadiumnya dan dikecilkan (susut) sehingga meningkatkan kemungkinan prosedur bedah sphincter-sparing surgical pada kebanyakan pasien. Meskipun demikian, terdapat susunan morbiditas fungsional jangka panjang yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang pasca operasi. Menyadari hal ini, ada penekanan pada non-operasi / pengawetan organ atau pendekatan yang disebut ‘Watch and Wait‘ (awasi dan tunggu).

Individu tertentu yang telah mencapai respons klinis lengkap (tidak ada tanda-tanda tumor yang terlihat selama kolonoskopi dan pemindaian) dengan kemo-radioterapi untuk kanker rektal mungkin menjadi kandidat dari ‘Watch and Wait’ itu sendiri. Namun mereka harus menjalani tindak lanjut klinis dan radiologis yang ketat untuk memungkinkan deteksi kekambuhan. Apabila kambuh terjadi maka operasi kemudian disarankan. Untuk sebagian kecil individu ini, keterbukaan yang jujur ataupun diskusi mendalam diperlukan untuk menyeimbangkan manfaat manajemen non-operatif atau penundaan operasi dengan potensi risiko kekambuhan dan implikasinya pada kelangsungan hidup secara keseluruhan.

Sebenarnya perkembangan kanker kolorektal tidak tergantung pada usia seseorang. Di usia dewasa muda pun seseorang bisa terserang penyakit ini. Biasanya penyakit ini dapat disembuhkan jika terdeteksi dan dikelola dengan tepat pada tahap awal. Oleh karena itu, penting bagi kaum muda untuk membuat stratifikasi risiko pada diri mereka sendiri; mempelajari tentang riwayat keluarga dan memahami bahwa kondisi medis pribadi tertentu seperti Crohn dan kolitis ulserativa dapat membuat mereka berisiko terkena kanker kolorektal lebih awal daripada usia saat pemeriksaan biasanya dimulai.

Orang dewasa muda perlu sadar tubuh untuk mengidentifikasi gejala persisten yang mungkin merupakan tanda sesuatu yang lebih jahat agar memiliki kesempatan lebih tinggi untuk deteksi dini dan hasil pengobatan yang lebih baik.